Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

puisi untuk ayah

Ayah...
Kini… kau berdaya lagi melakukan semuanya
kini… kau hanya mampu memberikan kami nasehat
kini… kau hanya mampu mengucapkan doa yang tulus untuk kami
untuk anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

Ayah….
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
semua yang kau lakukan untuk hidup kami
semua yang kau berikan kepada kami

Ayah…
Kasih sayang mu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Walaupun kadang kami tidak mengindahkan semua yang kau berikan
Kadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan
Kini, kamilah yang harus melakukan semuanya
Kamilah yang harus membalas semuanya
Kamilah yang harus memperhatikanmu…

Ayah….
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayangmu
Izinkanlah kami untuk membahagiakanmu
Meskipun kami sadar
itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
dan kami sadar, nyawapun takkan mampu membalas semuanya…

Terima kasih ayah…
Kini kami menjadi orang yang mampu berdiri
kini kami mampu menjadi orang yang mandiri
kini kami mampu menapaki hidup dengan doa dan kasih sayangmu…

I Love You Ayah….

Puisi untuk IBU

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH

Selasa, 05 April 2011

puisi untuk sahabat

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

kebencian

Ketika kebencian pada puncaknya
Kebaikan terasa sirna, belenggu gundah semakin menumpuk
Ketika Kebencian akhir dari segalanya
Tiada ceria, hanya nestapa dan lara tak terkira terasa
=====
Diri terasa gontai, ketika jinakkan emosi seseorang
Diri terasa di kibuli, akan beraneka retorika
Ah sulitnya menjadi orang bijak
Atau selama ini, hanya rasa saja yang ada
====
Entahlah,……..
apa yang hendak di kata,
Nasi tlah menjadi Bubur
Tak mungkin tuk kembali lagi
===
Ketika semua telah terjadi……..
Tidakkah ada penyesalan di hati kalian?, fikirku
Tiadakah secercah lentera?, walau sedikit terangi sanubari?
Yah…. Kebencian bagai Api, siap melalap apapun dalam sekejap

kesendirian

Perlahan semayamkan kemalasan diri
Coba terawang perjalanan yang terlampaui
Khidmat dalam kesederhanaan
Telanjang dalam kesahajaan
Mungkin yang nampak tak lagi rapi
Namun secercah harapan senantiasa mengalir
Nampak semu bahkan pilu
Ah biarlah…… kesahajaan hanya tertanam di jiwa
Tanpa peduli dengan hiruk pikuk aura
Jiwa tertawa…
Jiwa ceria….
Jiwa terlepas dari kemasam raga

kebebasan

Mungkin aku ditakdirkan menjadi pemberontak
Ketika sesuatu kurasa kurang berkenan dihati, ingin rasanya menjerit
Bukan diri merasa “Campion” dari yang lain.
Namun diri sulit untuk mendustai diri sendiri.

Benar atau salah, bukan jaminan untuk bertindak
Ketika Teori, Hati, dan pengalaman sejalan.
Diri tak kuasa untuk menjerit,….
entah benar entah salah,….mengapa…entahlah

Kadang kurasa diri sebagai lacur….
Takut akan hilangnya Dollar,…
Namun kadang diri bagai Majikan,
Jalani kebebasan, dalam belenggu mendalam

Ah sudahlah…., biar ku gores satu persatu lembaran hariku
Dengan tinta yang tak pernah usang oleh waktu
Gundah gulana,…..
Ketika mulut tak lagi boleh bicara, hanya tangan yang mampu bekerja

Suatu ketika, ku termenung….
Membelai diriku yang sulit dibuai
Kurayu diriku yang sulit tuk dirayu
Kutikam bayangku…. yang mulai pudar oleh waktu

Pernah suatu ketika kudatang pada orang yang kuanggap bijak
”, Kadang semua tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan, ” kalimat pertama
Nikmati yang Alloh berikan senikmat-nikmatnya, ” kalimat yang kedua
Ambil hikmahnya, bila itu memang bukan pilihanmu, ” kalimat yang ketiga

Atau aku…………………. pecundang,.
Ah entahlah….
Atau aku mesti melakukan perenungan lagi
Untuk dapatkan, jawaban yang tepat, hingga sesak dada lenyap karenanya.

Senin, 04 April 2011

puisi untukmu

Cinta di Matamu

entahlah..,
berapa kali harus kuyakinkan dirimu
bahwa rindu yang mengalir dalam darahku adalah rindumu

mungkinkah..,
kau dengar
cerita yang tergelar lewat bisunya malam
itu cerita cinta
tentang kau dan aku

kau tahu
purnama ini begitu indah
walau tak seindah senyummu
yang terakhir kali
masih kuingat

kasih..,
aku lihat senyummu
di antara bintang dan bulan purnama
aku dengar suaramu
lewat hembusan angin dan gesekan daun-daun

tapi rinduku belum juga terobati

kasih..,
apakah hari ini kau simpan rindu
seperti rindu yang menggunung di hatiku..?

ah..,
bila saja mungkin
ingin kulihat cinta di matamu
sekali lagi..!

puisi penyesalan

Penyesalan

Di malam yang sunyi dan sepi
Aku ber sujud dan menghadap-Mu
Dengan penuh rasa malu
Kutundukkan wajahku

Di saat aku sedih dan ada masalah
Aku selalu mengingat-Mu
Disaat ku bahagia
Kadang ku lupa pada-Mu

Begitu banyak dosa yang ku buat
Ya Allah maafkan kesalahanku
Aku menyesal dengan perbuatanku
Yang ku buat selama hidupku

Berikan kemudahan dalam usahaku menuju kepadamu
Berikan cahaya hati untuk menyatu denganmu
Berikan petunjuk untuk segala daya upayaku

Engkau tahu segala yang diperbuat oleh mahlukMu
Diriku berserah diri dengan usaha terbaikku
Walaupun ku tahu aku masih jauh dari dirimu Ya Tuhanku

Rabu, 30 Maret 2011

Cinta dan Rinduku Padamu

Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu

Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu

Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu

Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.

Senin, 14 Maret 2011

Puisi Cinta Anak Teknik Komputer

Kamu datang disaat aku sedang Shut Down, Hybernate dan Standby
Saat kubuka Windows kamarku di pagi hari, aku melihat Screensaver wajahmu di awan.
Wajahmu cantik,
bagaikan di edit dengan Photoshop, Photoscape atau aplikasi grafis lainnya
Tak pernah mataku buffer memandangmu...
kulitmu Lembut bagaikan kulit Apple
terus menari di Opera dalam pikiranku..
Kamulah My Dreamweaver ku
Kamulah Oracle...
Kamu selalu Online di hatiku saat yang lain offline.
Saat baru Booting ku selalu mendoakanmu

Aku adalah Spyware mu
Aku mencari tahu Favorites dan History mu
Aku melakukkan checkdisk dan diskclean up untukmu...
Kadang RAM-ku tak cukup kuat memikirkanmu,
kadang kau membuatku hang dan crashed,
Hardware ku selalu panas...
Kau adalah virus firstlove.exe yang menyerang ke seluruh tubuhku
Avira,AVG, Smadav ataupun antivirus terhebat sekalpun pun tak bisa me remove mu...
Kadang ku mau Format, bahkan install ulang diriku
agar aku bisa me remove mu dari hardisk ku
karena ku tak bisa uninstall ataupun delete kau.
karena kau sudah di Write-Protected di hatiku...
Dan data datamu sudah aku Back-up di otakku..

Maaf selama ini aku tak bisa directX mengungkapkan perasaanku padamu
aku tak bisa command prompt diriku..
sebagai gantinya, selama ini aku hanya mengirim spam saja padamu
atau hanya sinyal lewat wireless..
karena jadwal maintenance ku.
Aku tak bisa menekan CTRL+alt+Delete...
Karena Task manager has been disabled by administrator
Tapi kenapa jika kita bertemu aku selalu Not Responding...
Dengan melihatmu pikiranku langsung Ubuntu...
Padahal bahasa pemrograman kita sama,
Bahasa Java...

Tolong jangan Close this Program
Karena if you close this program you might lose information
Aku mohon Wait until this Program Responding.
Allow access this Program
Atau Turn off Firewall mu.

Hatiku ini Open Sources...
Aku ingin Upload hatiku untukmu dan Download hatimu untukku
Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi suatu Embedded System..
Dan kita bisa Plug and Play...
Aku berjanji tak akan mempartisi Disk ku untuk yang lain.
Aku ingin diriku ini kau Bookmark
Dan kau jadikan My Favorites...
Di Server ini....