Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

cerita renungan

Ada Suatu Kejadian Dimasa Kanak-Kanak


Ada suatu kejadian dimasa kanak-kanak:

Pada suatu waktu anak-anak sedang duduk-duduk didatangi oleh seseorang yang tidak terlalu muda dan belum terlalu tua dan kita sebut saja bapak. Kemudian bapak tersebut memanggil anak-anak untuk datang sambil mengeluarkan setumpuk kartu remi. Setelah anak-anak berkumpul, bapak tersebut berkata bisakah melihat apa yang bapak lakukan, dan anak-anak berkata bisa pak.

Kemudian bapak tersebut mengocok kartu remi, mengambil dan membuka satu lembar kartu dan diletakkan disebelah kiri dan yang lainnya dipegang ditangannya.

Jika satu lembar kartu tersebut menunjukkan angka 3, maka ia menambahkan dengan kartu yang dipegangnya satu per satu sampai menjadi 10 (angka 3 yang muncul dari satu lembar kartu + 7 kartu yang diturunkan dari kartu yang masih dipegang) dan meletakkannya disebelah kanan.

Ini dilakukan seperti di atas berulang sampai 3 buah kartu. Sehingga ada 3 lembar kartu yang terbuka disebelah kiri, ada setumpuk kartu disebelah kanan dan masih ada tersisa setumpuk kartu ditangan bapak tersebut.

Kenudian bapak itu berkata, nah kalian (anak-anak), jika kalian melakukan ini ditempat tersembunyi yang bapak tidak melihatnya, maka bapak akan dapat mengetahui jumlah 3 lembar kartu yang terbuka tersebut. Tapi kalian harus membawa sisa kartu yang kalian pegang kepada bapak, sebab kartu ini akan bapak gosokkan dengan batu cincin yang bapak pakai dan batu cincin itu akan mengatakan kepada bapak jumlah dari 3 lembar kartu yang terbuka tersebut.


Pada saat itu anak-anak tertawa, karena tidak percaya. Tapi kemudian anak-anak tersebut menjadi bimbang antara percaya dan tidak percaya karena bapak tersebut selalu dapat menebak dengan benar. Makin lama anak-anak tersebut menjadi sebahagian percaya dan malah setiap kali bapak tersebut menggosokkan sisa kartu tadi dengan batu cincinnya dan kemudian mengatakan jumlah angkanya, anak-anak yang percaya menempelkan telinganya kepada batu cincin si bapak dan mengiyakan bahwa batu tersebut sudah mengatakan jumlah angkanya. Sebahagian anak-anak mengatakan, bapak tersebut orang sakti.


Dan ini sudah dilakukan beberapa hari oleh bapak tersebut, jika bapak tersebut mampir dan melihat anak-anak. Tapi ada seorang anak, sebut saja namanya hikmat, dia tetap mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh bapak tersebut, bahwa batu cincinnya bisa berbicara adalah tahayul. Karena jika telinganya didekatkan dengan batu cincin si bapak, dia tidak mendengar suara apapun.


Lalu bagaimana si hikmat tersebut dapat mengatakan bahwa itu adalah tahayul, sedangkan teman-temannya mengatakan itu bukan tahayul dan mempercayainya.


Pada suatu hari dia membeli kartu remi, kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan sendiri dia berada dalam kamar tersebut. Kemudian dia mencoba permainan yang diajarkan oleh bapak tersebut.


Dia mengocok kartu, mengambil dan membuka satu lembar kartu pertama dan meletakkan disebelah kiri dan angka yang muncul adalah 2, kemudian dia menurunkan 8 lembar kartu dari kartu yang dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.

Dia mengambil dan membuka satu lembar kartu kedua dan meletakkan disebelah kiri dan angka yang muncul adalah 5, kemudian dia menurunkan 5 lembar kartu dari kartu yang dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.
Dia mengambil dan membuka kartu terakhir yaitu satu lembar kartu ketiga dan meletakkan disebelah kiri dan angkanya adalah 7, kemudian dia menurunkan 3 lembar kartu dari kartu yang masih dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.
Kemudian sisa kartu yang biasanya diberikan kepada bapak itu untuk digosokkan dengan batu cincinnya sehingga batu cincin itu dapat berbicara, dia hitung jumlahnya adalah 37. Kemudian dia catat dalam kertas: jumlah angka 14, sisa kartu 37.

Dia kumpulkan kembali kartunya dan dikocok lagi, kemudian dihitung lagi, kemudian mencatat hasilnya dan ini dia lakukan sampai lima kali.


Kemudian dia membaca hasilnya.


1. Jumlah angka 14, sisa kartu 37

2. Jumlah angka 12, sisa kartu 35
3. Jumlah angka 6, sisa kartu 29
4. Jumlah angka 3, sisa kartu 26
5. Jumlah angka 10, sisa kartu 33

Kemudian dia mencoba mencari selisihnya.


1. selisih 23

2. selisih 23
3. selisih 23
4. selisih 23
5. selisih 23

Dia penasaran dan mencobanya lagi, dan hasilnya sama yaitu selalu selisih 23.


Akhirnya dia berkesimpulan, bapak tersebut dapat menebak dengan tepat bukan dari batu cincinnya yang bisa bicara, tapi dari sisa kartu yang dipegang bapak tersebut dan dikurangi 23 akan menghasilkan jumlah angka dari 3 lembar kartu tersebut.


Total seluruh kartu adalah 56. Keesokan harinya dia menceritakan apa yang telah dia lakukan kepada teman-temannya, dan teman-temannya menjadi berbalik dan mengatakan bahwa bapak itu tahayul.


Disini dapat kita lihat bahwa si hikmat telah menggunakan


1. Iman (tidak percaya, batu bisa bicara),

2. Indera (dia tidak mendengar sepatah katapun dari batu tersebut) dan
3. Akalnya (selisih angka 23, sehingga kartu tersebut selalu dapat ditebak)

untuk dapat membuktikan bahwa apa yang dikatakan seorang bapak tersebut adalah tahayul.

Ternyata permainan ini dapat dilakukan dengan selisih yang berbeda, jika total seluruh kartu minimal 27 lembar kartu.

Pergunakanlah selalu, Indera, Akal dan Iman kita untuk dapat mengungkapkan kejadian-kejadian yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Jumat, 01 April 2011

Cara Memulai Menggapai Tujuan

Cara memulai ternyata menjadi pertanyaan yang cukup sering diajukan. Cara memulai bisnis, menjadi penulis, meraih cita-cita, dan memberikan kontribusi kepada sesama. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah ada sebuah cita-cita kemudian Anda masih bingung bagaimana cara memulainya?
Saya punya resep jitu yang bisa Anda lakukan untuk memulai apa pun. Jika Anda mengikuti resep ini, insya Allah, Anda bisa memulai apa pun, termasuk memulai pekerjaan besar. Mau?
Ada 3 hal yang perlu Anda miliki agar Anda bisa memulai menggapai tujuan Anda. Ketiga hal ini sebenarnya sederhana, hanya sering dilupakan saja.

Cara Memulai Itu Dengan Belajar

Banyak yang berkata, jika kita ingin sesuatu, kita harus bertindak. Memang benar, kita harus bertindak. Tapi, bertindak apa? Maka tindakan pertama yang harus Anda lakukan adalah belajar. Karena dengan belajar Anda akan tahu tindakan apa saja yang harus Anda lakukan selanjutnya.
  • Jika Anda ingin berbisnis, maka mulailah belajar berbisnis. Jika tidak punya modal, maka belajarlah bagaimana mendapatkan modal. Jika tidak bisa menjual, maka belajarlah bagaimana cara menjual.
  • Ingin sukses dalam karir? Belajarlah untuk sukses dalam karir. Belajarlah tentang keterampilan yang perlu Anda miliki. Belajarlah menjadi pemimpin. Belajarlah untuk tetap menjaga motivasi. Dan sebagainya.
  • Ingin menjadi penulis? Belajarlah menulis. Ingin buku diterbitkan? Belajarlah bagaimana mendekati penerbit agar mau menerbitkan buku Anda.
  • Apa lagi? Apa pun itu, belajarlah.
Sampai kapan harus belajar? Sampai Anda tahu tindakan pertama Anda. Ya betul, Anda tidak perlu harus mengetahui semuanya secara mendetil, yang penting garis besar dan langkah pertama apa yang harus Anda lakukan. Tujuannya agar Anda bisa mengambil langkah pertama, karena langkah pertama sangat penting. Silahkan baca artikel Kekuatan Langkah Pertama untuk mengetahui bagaimana dahsyatnya manfaat langkah pertama.

Cara Memulai Itu Ialah Dengan Membuat Rencana

Ah ribet! Tenang, saya tidak akan meminta Anda untuk membuat rencana yang panjang dan detil. Seperti dijelaskan di atas, yang Anda perlukan adalah membuat rencana untuk langkah pertama saja plus gambaran besar apa yang akan Anda lakukan nanti.
Anda Akan Menemukan Jalan Sukses nanti, yang penting adalah Anda sudah tahu langkah pertamanya. Salahkan baca artikel Anda Akan Menemukan Jalan Sukses untuk selengkapnya.
Jika Anda masih bingung membuat rencana, Anda bisa meniru rencana berikut ini:
  1. Pergi ke toko buku swalayan. Cari buku yang berkaitan dengan tujuan Anda.
  2. Pelajari buku tersebut sampai Anda tahu apa langkah berikutnya yang harus dilakukan.
“Tapi, saya tidak punya uang untuk beli buku?”
So what gitu lho? Apakah berhenti? Menyerah? Artinya Anda memilih untuk gagal. Masih banyak yang bisa Anda lakukan. Diantaranya:
  1. Cari cara mendapatkan uang untuk membeli buku. Jadi kuli dulu misalnya. Why not? Jika perlu.
  2. Cari orang yang punya buku tersebut agar Anda bisa meminjamnya.
  3. Cari orang yang bisa Anda tanyai tentang cara mencapai tujuan Anda.
  4. Pergilah ke warnet, buka google, cari informasi berkaitan dengan apa yang Anda inginkan.
  5. dan masih banyak yang bisa Anda lakukan.
Hal-hal tersebut bisa masuk ke rencana Anda. Jika ada rencana, Anda bisa bertindak.

Cara Memulai Itu Dengan Bertindak

Sekarang Anda sudah belajar, sudah punya rencana, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Sekecil apa pun rencana Anda, implementasikanlah. Buat apa punya rencana hebat tetapi tidak dilaksanakan? Bukan masalah kecil atau besarnya sebuah rencana, tetapi tindakan pertama sangat berarti untuk keberhasilan Anda. Ingat kekuatan langkah pertama! Jangan khawatir untuk lengkah-langkah selanjutnya, karena Anda akan menemukan jalan sukses itu.

Jadi, jika Anda bertanya kepada saya, bagaimana cara memulai (apa pun) maka langkah-langkahnya adalah: belajar, buat rencana sederhana, dan bertindaklah.

sumber : motivasi islami

mimpi dan realita

Dua hal yang sangat berbeda namun keduanya bukan merupakan hal yang terpisahkan..
Mungkin seseorang berpikir bahwa mimpi itu hanyalah suatu khayalan di dalam diri..
Dan sebuah fantasi yang menyenangkan bagi pikirannya..

Namun mimpi adalah awal dari suatu keinginan yang pasti..

Yang dapat merubah hidupmu untuk selamanya..
Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai keinginan untuk merubah keadaan..
Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai tujuan yang pasti di dalam hidupmu..

Mimpi adalah keinginanmu yang terpendam..

Mimpi adalah awal dari keinginanmu untuk bertindak..
Mimpi adalah suatu hal yang mampu untuk merubah keadaan..
Dan satu hal yang pasti..
Mimpimu dapat menjelma menjadi realita...

Namun untuk merubah mimpimu menjadi realita..

Ada jembatan yang harus kau lalui..
Jembatan itu adalah kemauan keras dari dirimu..
Kemauan keras yang tidak akan goyah..
Sekeras apapun angin bertiup dan badai menghadang..
Sederas apapun hujan yang tercurah dari langit..
Dan sekuat apapun gelombang pasang yang menghadang..
Semua itu tidak akan menggoyahkanmu..
Apabila kau mau untuk melewati jembatan itu..

Untuk merubah mimpimu menjadi realita..

Kau harus membayar harganya..
Kau harus berani untuk bertindak..
Dan kau harus siap tercabik-cabik dari duniamu yang selama ini kau nikmati..

Mungkin kau berpikir..

Hanya dengan sedikit tindakan dan keinginan di mulutmu..
Kau sanggup mewujudkan mimpimu..
Namun sesungguhnya hal itu adalah suatu kesalahan..
Karena tanpa melewati jembatan dan membayar harganya..
Kau tak akan mampu mengubah mimpimu menjadi realita..

Jika kau hanya berkata di mulutmu..

Namun kau tidak berani untuk bertindak dan membayar harganya..
Ketahuilah..
Mimpimu akan tetap menjadi harapan kosong..
Dan jalanmu akan tetap hampa untuk selamanya..
Karena jembatan yang harus kau lalui..
Dan harga yang harus kau bayar..
Adalah penghubung antara mimpi dan realita yang ada..
Yang sanggup untuk merubah segalanya..
Dan sanggup menjadikanmu menjadi pribadi yang lebih kuat..

Jembatan penghubung yang adalah kemauan keras dari dirimu..

Adalah hal yang harus kau lalui..
Dan tidak dapat kau hindari..
Memang untuk melewati jembatan itu..
Pastilah kau akan membayar harga yang mahal di dalam hidupmu..

Namun ketahuilah..

Ketika kau mau untuk melewati jembatan itu dengan sungguh-sungguh tanpa mengeluh..
Kau siap untuk merubah mimpimu menjadi realita yang akan mengubah hidupmu untuk selamanya..

sumber : vibizlife.com

Senin, 28 Maret 2011

cerita menuju sukses

Saya ada sedikit cerita tentang kehidupan 2 bisnismen. Bisnismen yang bernama pak X bisa dikatakan belum sukses ato masih dalam jalan menuju sukses. Sedangkan bisnismen 1 nya adalah pak Y yang sudah sangat sukses dan berhasil dalam bisnisnya. Pada suatu hari pak X ini berpikir “kenapa yah saya kok ga sukses-sukses seperti pak Y ?”. Karena beliau si pak X tadi ingin pertanyaannya terjawab lalu ia berpikir untuk ke rumah pak Y untuk bertanya kepada pak Y kiat-kiat agar Ia sukses seperti pak Y tadi. 

Setelah Pak X tadi di rumah pak Y, beliau bertanya “Kenapa yah saya tidak sukses seperti anda ? Adakah tips dan trik bapak agar saya bisa sukses seperti anda ? Apa solusi untuk jalan buntu bisnis saya ini pak ?”. Lalu Pak Y ini langsung mengajak Pak X untuk mencari botol Aqua, lalat dan juga lebah. Pak X cukup bingung dengan tindakan Pak Y ini.

Setelah mendapatkan botol Aqua, lalat dan lebah langsung saja pak Y ini memasukkan lalat dan lebah tadi ke botol itu. Setelah itu terlihat sekali aktivitas 2 hewan itu tadi. Si lebah karena merasa dikurung, ia ingin keluar tetapi yang ia pilih jalan keluarnya adalah dasar botol aqua tadi. Padahal hal itu jelas-jelas tidak akan membantunya. Karena kelelahan menembus dasar botol tadi akhirnya si lebah mati. Nah sekarang apa yang dilakukan oleh lalat ?? Lalat tadi berputar-putar mengelilingi botol dari dasar botol aqua, terbang terus keatas dan akhirnya sampai di paling atas botol dan akhirnya bisa keluar dari botol itu.

Lalu Pak Y tadi menjelaskan kepada pak X bahwa “seperti itulah juga anda pak X” kata pak Y. Jika anda berprinsip pada sifat lebah yang tetap ngotot padahal sudah tahu jalan itu buntu, namun tetap ngotot mau menembusnya, maka yang akan anda dapat hanyalah kegagalan demi kegagalan. “Jadilah seperti lalat pak X, yang bisa mencari jalan alternatif saat berada dalam kesulitan”, kata Pak Y.

Nah kita dapat kesimpulan dari cerita diatas yaitu bahwa saat bisnis kita menemui jalan buntu dan mengalami kegagalan demi kegagalan, bukan berarti kita harus putus asa. Namun kita mencari jalan alternatif lain untuk mencapai kesuksesan kita. Mungkin kita bisa berganti bidang dengan bisnis yang lain, yang lebih kita kuasai daripada bisnis tersebut.

Sekarang terserah anda mau jadi lebah yang terus ingin menembus dinding botol ?? ataukan menjadi lalat yang berusaha mencari jalan keluar meskipun harus terbang dari bawah ke atas ?? Saya serahkan jawabannya pada anda.

Selasa, 15 Maret 2011

25 Motivasi Hidup Cinta dan Kesuksesan

1. Berusaha untuk selalu berfikir positif dan optimis dalam semua kesulitan ,Jangan terobsesi pada pengalaman masa lalu atau masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.

Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran

2. Bercerminlah dari kesalahan orang lain, selain dari kesalahan diri kita sendiri,bercermin pada kesalahan diri sendiri supaya tidak terjatuh pada lubang yang sama, dan dengan bercermin dari kesalahan orang, maka akan lebih memacu kita agar kesalahan itu tidak menimpa kita.

3. Jujurlah meskipun kejujuran itu membawa kita ke neraka.

4. Tidak akan keadilan bisa ditegakkan selama kita masih acuh terhadap hukum yang ada dan mementingkan kepentingan pribadi.

5. Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.

6. Bermimpilah akan sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, sesungguhnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi

7. Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!

8. Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.

9. Jangan berusaha/mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang kamu dapat juga hanya setengahnya.

10. Jangan lelah untuk mencari ilmu karena segala sesuatu di dunia ini perlu ilmu, jika tak ada ilmu maka kita sama saja dengan orang mati, tak akan bisa berbuat apa-apa.

11. Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya

12. Sesungguhnya di saat kesusahan teman, satu senyum yang tulus lebih berharga daripada sejuta kata yang tiada guna.

13. Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya.

14. Hargai dan hormati orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai orang lain, serta hormati dan hargai diri sendiri terlebih dulu baru kita bisa menghargai dan menghormati orang lain.

15. Syukurilah apa yang kamu dapat karena belum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.

16. Satu harta yang sangat berharga yang jarang dimiliki orang masa kini, itulah kejujuran.

17. Hakekat semua manusia mempunyai derajat yang sama, kita tak perlu membedakannya karena akibatnya akan membuat diri kita juga rendah.

18. Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.

19.cinta bukanlah satu-satunya alasan hidup namun tanpa cinta juga hidup akan terasa hambar dan membosankan.

20. Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai alasan untuk takut mengalaminya kembali sehingga anda tak mau mencoba lagi , tapi lihatlah kegagalan sebagai kesuksesan mengetahui cara yang salah

21. Apabila kamu melihat suatu keindahan, bersyukurlah karena kamu masih bisa menikmati keindahan yang belum tentu akan kamu bisa lihat lagi.

22. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

23. Kematian itu datang tiba-tiba, maka apakah kamu masih berpikir untuk selalu menikmati dunia??

24.Kesuksesan selalu punya harga yang harus dibayar. OranG yang super sibuk sukes, mulai dari Boss Microsoft Bill Gates, atau Boss CNN Ted Turner, atau Albert Enistein, atau siapapun itu, selalu punya "luka" yang jarang dapat diketahui orang luar. Orang luar hanya melihat "enak"nya saja.

25.Semua orang sukses terlihat enak, nyaman, kaya, baik, tanpa masalah. Itu tidak benar, orang sukses selalu mempunyai masalah dalam hidupnya. Apapun bentuk masalahnya.

saat kegagalan terus menerpa

Banyak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Masalahnya bagaimana jika Anda mendapatkan kegagalan terus-menerus? Sudah mencoba berkali-kali namun tetap tidak berhasil juga.
Apakah ada yang salah atau sudah ditakdirkan menjadi orang gagal?
Jika Anda menganggap bahwa Anda sudah ditakdirkan menjadi orang yang gagal, artinya Anda sok tahu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, hanya Allah Yang Maha Mengetahui, kenapa kita mendahului-Nya?
Jika Anda mengatakan ada yang salah… maka jawaban Anda benar. Memang ada yang salah.
Apa kesalahan itu dan siapa yang salah?

Kegagalan Datang Karena Anda Kurang Mencoba

Anda gagal, jika Anda berhenti. Anda kurang mencoba. Anda bisa mengatakan sudah mencoba 100 kali, namun bisa jadi perlu 1.000 kali untuk berhasil. Mungkin Anda sudah berusaha selama 1 tahun, bisa jadi Anda harus menunggu 2 tahun agar bisa berhasil.
Thomas Alpha Edison melakukan 10.000 kali percobaan dalam menemukan bola lampu. Jika dia mengeluh dan berhenti mencoba setelah dia mencoba 100 kali, mungkin orang lain yang akan menjadi penemu. Seorang ahli photografi, harus memotret puluhan bahkan ratusan kali untuk menemukan hasil jepretan yang terbaik. Semuanya perlu percobaan, berulang kali, sampai Anda berhasil.
Banyak orang yang membangun bisnis, bertahun-tahun mengalami kerugian, dan dia mendapatkan untung pada tahun ke-3 atau lebih. Banyak kisah seperti ini, jika saya menuliskannya akan menjadi sebuah buku tersendiri. Intinya ialah, sering kali untuk meraih keberhasilan, memerlukan waktu yang panjang.
Jika Anda berhenti, artinya Anda memilih gagal. Atau kegagalan datang jika Anda berhenti mencoba.

Kegagalan Untuk Mereka Yang Tidak Sabar

Karena keberhasilan adalah perjalanan panjang, yang memerlukan percobaan berkali-kali, bahkan ribuan kali. Yang perlu perjalanan waktu yang panjang, maka untuk sukses kita perlu kesabaran. Sukses hanya untuk mereka yang teguh pada jalan yang benar. Mereka terus melakukan hal yang benar, tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti.
Hal ini disebabkan karena masih banyak yang berharap bahwa sukses itu instan. Saat keberhasilan tidak juga diraih maka mereka berhenti dan memutuskan untuk gagal. Memutuskan berhenti sama dengan memutuskan gagal.
Bisa saja sukses itu ada 3 langkah lagi dari tempat Anda berdiri saat ini. Saat ada keinginan untuk berhenti, ingatkanlah diri Anda: “mungkin tinggal 3 langkah lagi”.

Kegagalan Untuk Mereka Yang Kurang Ilmu

Anda tidak akan pernah berhasil, meski Anda sudah mencoba berkali-kali, jika caranya salah. Jika Anda tidak mengambil hikmah dari kegagalan masa lalu. Jika Anda tidak mengambil pelajaran dari keberhasilan orang lain. Jika Anda tidak mau belajar dari berbagai sumber. Yang Anda ketahui hanya cara yang salah. Jika Anda tidak mengubahnya, Anda tidak akan pernah berhasil.
Thomas Alpha Edison, melakukan 10.000 kali percobaan, dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bisa dari apa yang Anda lakukan atau cara Anda melakukannya. Dan, Anda akan mengetahui cara-cara lain jika Anda cukup ilmu. Belajarlah!

Perluas Horizon Anda

Kegagalan juga sering terjadi pada orang yang sempit horizonnya atau wawasannya. Dia yang membatasi diri, baik membatasi cara mencapai tujuan atau membatasi tujuannya.
Sebagai contoh, ada yang mengatakan dia telah gagal karena sudah tiga kali mencoba masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Tidak ada lagi kesempatan, katanya.
Iya, dia memang gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang berhasil meski tanpa gelas dari PTN. Banyak orang yang berhasil, meski dia lulusan PTS, bahkan SMA, SMP, SD, bahkan tidak sekolah sekali pun. Jadi, jangan persempit keberhasilan hanya dengan mendefinisikannya dengan masuk PTN.
Tetaplah mencoba, bersabar, belajar, dan perluas wawasan Anda. Mudah-mudahan kegagalan tidak terus menerpa Anda.